15 Nov 2015

Pelumas merupakan bahan yang berbentuk cair atau padatan lunak yang dipakai untuk melumasi komponen-komponen sistem mekanik. Pelumas cair disebut juga minyak lumas, sedangkan pelumas yang berbentuk padatan lunak disebut gemuk lumas. Adanya pelumas yang melingkupi komponen-komponen mekanik akan memperkecil gesekan antara komponen-komponen yang bergerak dan saling bersentuhan, sehingga proses keausannya akan sangat diperkecil dan komponen akan lebih awet.

 

I.JENIS PELUMAS/OLI

 Berdasarkan jenis bahan baku pelumas dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :

  • Pelumas Mineral bahan dasarnya dari minyak bumi.
  • Pelumas Shyntetic bahan dasarnya berasal dari gas bumi yang diolah melalui proses sintesa dan menghasilkan molekul baru yang bentuknya serupa, sehingga dapat mencapai stabilitas thermal, oksidasi dan kerja yang optimal, pelumas shyntetic diantaranya ; PAO(Poly alpha Olefin), Polyglycol, Polyester, Phospate Ester.
  • Vegetable Oil bahan dasarnya berasal dari tumbuh-tumbuhan.

 II.KEGUNAAN PELUMAS/OLI DAN PEMAKAIANNYA

  • Mencegah/ mengurangi keausan mesin dari terjadinya gesekan bagian-bagian mesin yang bergerak, dengan cara memisahkan bagian-bagian yang bergerak dengan lapisan pelumas yang mempunyai kestabilan pada suhu tinggi dan rendah.
  • Mengendalikan kotoran dengan cara melarutkan dan mendispersikan kotoran berupa jelaga, hasil oksidasi, partikel logam keausan mesin dan lumpur(sludge) agar tidak mengganggu kerja mesin.
  • Menetralisir asam-asam hasil pembakaran bahan bakar dan hasil oksidasi pelumas agar tidak berimbas kepada logam bagian mesin.
  • Mendinginkan dan memindahkan panas keluar dari mesin.
  • Mencegah terbentuknya busa dalam proses sirkulasi pelumas.

 

III.SIFAT-SIFAT PELUMAS/OLI

Parameter-parameter penting yang menunjukkan spesifikasi pelumas adalah :

  • Viskositas

Viskositas/kekentalan didefinisikan sebagai tahanan fluida untuk mengalir. Makin tinggi viskositas, makin sulit fluida tsb untuk mengalir. Viskositas dipengaruhi oleh temperatur dan tekanan. Untuk menunjukkan ketahanan viskositas terhadap perubahan temperatur pada tekanan atmosfer, dipakai indikator yang disebut viscosity index(VI). Perubahan diukur pada 40◦C dan 100◦C metode ASTM D 2270.

  • Pour Point

Adalah temperatur terendah dimana pelumas masih dapat mengalir metode ASTM D97.

  • Total Base Number(TBN)

Kemampuan pelumas menetralisir asam hasil oksidasi, kemampuan detergensi dan dispersansi guna membersihkan mesin dari kotoran/deposit yang terbentuk dari hasil pembakaran bahan bakar maupun oksidasi pelumas, metode ASTM D 2896.

  • Total Acid Number(TAN)

Menunjukkan tingkat keasaman yang berasal dari aditif(untuk fresh oil). Peningkatan nilai oktan pada pelumas yang telah dipakai mengindikasikan terbentuknya asam lemah dan pada nilai tertentu menunjukkan pelumas sudah tidak dapat dipakai lagi, metode ASTM D974.

  • Stabilitas Terhadap oksidasi

Sifat ini sangat penting pada pelumas terutama untuk aplikasi pada temperatur tinggi, metode ASTM 315H.

  • Anti Karat

Sifat ini penting bila pelumas terkontaminasi air dalam sistem peralatan atau mesin, partikel karat dalam pelumas dapat berfungsi sebagai katalis untuk mempercepat oksidasi pelumas, metode ASTM D665.

  • Demulsibility

Adalah sifat kemudahan untuk terpisah dari air. Sifat ini penting bagi pelumas turbin, hidrolik, kompressor, sistem sirkulasi dan pelumas mesin diesel putaran menengah sampai lambat yang dilengkapi dengan water separator, metode ASTM D1401.

  • Flash Point dan Fire Point

Adalah temperatur minimum pelumas yang dapat menguap pada tekanan atmosfer sehingga dapat menyala bila didekatkan pada api. Sementara Fire Point atau titik bakar adalah temperatur minimum dimana uap pelumas cukup banyak dan dapat terbakar, metode ASTM D 92.

  • Cooper Strip Corrosion

Sifat ini digunakan untuk mengevaluasi pengaruh korosi pelumas terhadap tembaga, karena umumnya mesin peralatan industri mengandung bagian metal yang terbuat dari tembaga, metode ASTM D 130.

  • Densitas

Adalah perbandingan berat dengan volume, karena volume berubah terhadap tekanan dan suhu, maka densitas demikian pula. Densitas penting untuk menghitung volume menjadi satuan berat atau sebaliknya untuk menghitung biaya angkutan. Specific Grafity(SG)/berat jenis pelumas, adalah perbandingan antara densitas pelumas terhadap densitas air, metode ASTM D 1298.

  • Warna

Warna pelumas secara normal tidak ada hubungannya dengan sifat pelumasan, kecuali untuk melihat adanya kontaminasi atau sebagai penunjuk untuk kesamaan dari produk bersangkutan. Metode ASTM D 1500 Saybolt Colori Meter atau Tag Colori Meter.